sumber: sindonews.com
Indonesia
adalah negara kepulauan yang terkenal akan kekayaan alam dan kekayaan
budayanya, serta keramah tamahan penduduknya yang memicu derasnya pengunjung
dari berbagai negara untuk sekedar menikmati suasana tropis.
Seperti
yang kita tahu Indonesia pernah dijajah beberapa negara, diantaranya Belanda
menjajah kita selama 3 ½ abad dengan berlakunya sistem kerja paksa yang membuat
Warga Negara Indonesia merasa tersiksa dan menderita, dan Jepang menjajah
dengan waktu yang singkat selama 3 ½ tahun, tetapi justru penderitaan Warga Negara
Indonesia lebih tertanam dalam dengan sistem kerja rodi pada saat itu. Para
pemuda Indonesia berjuang sampai titik darah penghabisan demi menegakkan
kemerdekaan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta berhasil
memproklamasikan Kemerdeaan Negara Indonesia dengan segenap kekuatannya. Terbentuknya
sebuah pemerintahan setelah itu, agar terciptanya lalu lintas kenegaraan dengan
aman dan tenteram yang memperjuangkan hak Warga Negara Indonesia secara adil
dan makmur.
Segala
peristiwa yang berkaitan dengan Indonesia terangkum dalam kurikulum pendidikan
di Indonesia yaitu Pendidikan Sejarah dan PKn. Program studi tersebut sudah
diajarkan sejak kita beranjak ke sekolah dasar dan seterusnya. Program studi
tersebut lebih menekankan dan mengajarkan kita tentang sikap dan moral kita
terhadap bangsa dan negara Indonesia. Namun, apakah hal yang diajarkan oleh
pengajar kita benar-benar melekat dan di aplikasikan pleh kita semua?
Pada
periode pemerintahan sekarang banya sekali tindak kriminal yang dilakukan oleh
pejabat pemerintahan dengan cara korupsi. Korupsi merupakan perbuatan yang
buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dsb (KBBI, 1984:
524). Apakah mereka tidak memikirkan
bagaimana perjuangan yang dilakukan para pemuda demi terciptanya kemerdekaan
bagi negara dan bangsa Indonesia ini?
Setiap
5 tahun sekali kita akan mengadakan pemilu untuk memilih siapa yang pantas
menduduki kursi pemerintahan. Hal tersebut berlangsung selama 66 tahun negara Indonesia
merdeka, secara terus-menerus.
Sudah
menjadi kebiasaan bagi kita untuk merayakan sebuah peringatan, apalagi
peringatan Hari Kemerdekaan Negara Indonesia. Hampir semua orang merayakan
dengan penuh suka cita. Namun, apakah kita benar-benar sudah merdeka?
Perhatikanlah sekeliling anda, apakah kondisi yang ada di Indonesia ini sudah
menunjukkan negara kita sudah merdeka? Berapa banyak warga Indonesia ini yang
kelaparan? Berapa banyak warga Indonesia yang sudah lari dari kemiskinan?
Berapa banyak anak-anak yang tak berdosa tak bisa melanjutkan pendidikannya
karena masalah biaya? Berapa banyak orang yang hanya lalu lalang tanpa tahu
arah hidupnya karena sempitnya lapangan pekerjaan? Berapa persen Hak Asasi
Manusia di Indonesia sudah ditegakkan?
Status
mengatakan kalau negara kita sudah merdeka tapi, apa yang ada dalam realita
mengatakan berbeda. Pada era sekarang, justru kita sedang dijajah oleh Warga
Negara Indonesia sendiri yang tak lain adalah petinggi negara dengan cara
mengambil hak Warga Negara Indonesia demi kepentingan pribadi. Hal tersebut
bukanlah sebuah hal tabu bagi mereka atau sudah menjadi sebuah kebiasaan. Berapa
banyak kasus korupsi para petinggi Negara yang muncul di layar kaca? Semua
tampilan di televisi secara gamblang menampilkan bagaimana sifat asli dari
petinggi kita yang seharusnya merupakan pelindung dan pemberi kesejahteraan
bagi rakyat Indonesia.
Dengan
iming-iming gaji yang besar, banyak orang berburu demi sebuah kursi di
pemerintahan dan tak tanggung-tanggung banyak selebritis ternama di Indonesia
terjun ke dunia politik demi mendapatkan sebuah ketenaran yang lebih disamping
demi mendapatkan materi yang lebih pula. Kemewahan yang ditawarkan sungguh
menjanjikan keberlangsungan hidup mereka. Namun, apakah hal tersebut belum
cukup? Sampai-sampai mereka tega mengambil uang rakyat yang seharusnya di
berikan kepada rakyat.
Buruknya
kasus korupsi semakin gencar karena longgarnya hukum di Indonesia. Mereka lebih
perduli dengan masalah-masalah yang kita anggap sepele, seperti pencurian ayam,
pencurian sandal, dan lain lain. Mengapa justru pencurian uang negara untuk
rakyat tidak disentuh seutuhnya. Apakah sebanding seekor ayam dengan uang
puluhan juta atau milyar? Tentu tidak. Namun, hukum Indonesia lebih menaruh
perhatian terhadap proses penegakkan hukum yang hanya seharga Rp 30.000 rupiah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar